Rukun Islam merupakan dasar praktis dan teoritis totalitas Islam.
1. Syahadatain
Syahadatain menjadi dasar utama bagi semua rukun Islam. Jika seseorang tidak mengakui bahwa 'Tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad adalah Rasulnya,' maka orang tersebut tidak dapat dianggap sebagai seorang muslim. Sebab, kedudukan kalimat syahadatain merupakan rukun pertama. Dari satu sisi, ia merupakan dasar dari rukun-rukun Islam yang lainnya, dan di sisi lain ia merupakan dasar totalitas Islam.
2. Shalat
Merupakan dasar praktis dan teoritis seluruh bagian ibadah. Kita diwajibkan beribadah hanya kepada Allah semata, dalam bentuk-bentuk zikir, doa, membaca Al-Qur'an, tasbih, tahmid dan istigfar. Secara konsepsional semua bentuk-bentuk ibadah tersebut terdapat dalam shalat yang difardhukan. Ini artinya seorang tidak dianggap telah menunaikan ibadah kepada Allah tanpa dia mendirikan shalat. Dalam shalat terkandung seluruh bagian-bagian ibadah tadi.
3. Zakat
Merupakan dasar praktis dan teoritis berkenaan dengan seluruh ibadah tentang harta dalam islam. Konsep harta dalam islam memastikan, harta adalah milik Allah, manusia hanya berhak mengelola. Manusia, dalam mendapatkan harta benda harus dengan cara atau saluran yang ditentukan Allah, dan dalam penggunaannya harus pada pos-pos yang dibenarkan oleh Allah. Oleh karena itu zakat dianggap sebagai dasar ibadah dan teori dalam peribadahan yang berhubungan dengan harta. Jika seseorang enggan menyerahkan sebagian hartanya sebagai pelaksanaan kewajiban zakat, niscaya ia mustahil mau menginfakan seluruh hartanya di jalan Allah.
4. Puasa
Merupakan dasar ibadah dan teori aktivitas pengendalian hawa nafsu dalam rangka melaksanakan perintah Allah dalam Islam. Allah swt. telah membuat ketentuan masuk surga bagi orang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya. Mengendalikan nafsu, berarti dapat menahan dorongan nafsu yang diharamkan dan nafsu kebinatangan yang batil, disamping merefleksikan akhlak mulia dalam kehidupannya. Dengan puasa juga dapat menjalankan semua perintah agama dengan baik. Semua itu dapat disukseskan dengan pendidikan puasa yang sempurna yang dijadikan dasar ibadah dalam hubungan dengan pengendalian hawa nafsu. Bagaimana tidak, diluar puasa manusia dirangsang oleh nafsu yang meluap-luap, tetapi dengan puasa rangsangan yang demikian itu dapat dikendalikannya. Ini seolah-olah memelihara pelaku puasa dalam mengendalikan atau mendisiplinkan diri dalam setiap hal.
5. Haji
Merupakan dasar teori dan praktek perbuatan dan pengorbanan jiwa dan harta (Jihad) di jalan Allah. Kita tahu bahwa jihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa merupakan kewajiban yang telah dibebankan kepada setiap muslim dari Allah swt. Ibadah haji merupakan ujian praktis dalam rangka jihad. Produk haji antara lain menjadikan manusia menyerahkan diri semata-mata kepada Allah swt.
Seluruh rukun-rukun Islam tersebut satu sama lainnya saling berkaitan erat, dan merupakan bagian tak terpisahkan dari totalitas Islam. Posisi seluruh rukun-rukun itu mengikat seorang muslim dengan bagian-bagian Islam lainnya yang lebih lengkap, dan sekaligus meneguhkan keislamannya. Seorang muslim mustahil dapat menyempurnakan keislamannya tanpa mengukuhkan pilar-pilar asasinya.
Diambil dari buku Al-Islam 'Mukadimah Rukun Islam'
Merupakan dasar praktis dan teoritis berkenaan dengan seluruh ibadah tentang harta dalam islam. Konsep harta dalam islam memastikan, harta adalah milik Allah, manusia hanya berhak mengelola. Manusia, dalam mendapatkan harta benda harus dengan cara atau saluran yang ditentukan Allah, dan dalam penggunaannya harus pada pos-pos yang dibenarkan oleh Allah. Oleh karena itu zakat dianggap sebagai dasar ibadah dan teori dalam peribadahan yang berhubungan dengan harta. Jika seseorang enggan menyerahkan sebagian hartanya sebagai pelaksanaan kewajiban zakat, niscaya ia mustahil mau menginfakan seluruh hartanya di jalan Allah.
4. Puasa
Merupakan dasar ibadah dan teori aktivitas pengendalian hawa nafsu dalam rangka melaksanakan perintah Allah dalam Islam. Allah swt. telah membuat ketentuan masuk surga bagi orang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya. Mengendalikan nafsu, berarti dapat menahan dorongan nafsu yang diharamkan dan nafsu kebinatangan yang batil, disamping merefleksikan akhlak mulia dalam kehidupannya. Dengan puasa juga dapat menjalankan semua perintah agama dengan baik. Semua itu dapat disukseskan dengan pendidikan puasa yang sempurna yang dijadikan dasar ibadah dalam hubungan dengan pengendalian hawa nafsu. Bagaimana tidak, diluar puasa manusia dirangsang oleh nafsu yang meluap-luap, tetapi dengan puasa rangsangan yang demikian itu dapat dikendalikannya. Ini seolah-olah memelihara pelaku puasa dalam mengendalikan atau mendisiplinkan diri dalam setiap hal.
5. Haji
Merupakan dasar teori dan praktek perbuatan dan pengorbanan jiwa dan harta (Jihad) di jalan Allah. Kita tahu bahwa jihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa merupakan kewajiban yang telah dibebankan kepada setiap muslim dari Allah swt. Ibadah haji merupakan ujian praktis dalam rangka jihad. Produk haji antara lain menjadikan manusia menyerahkan diri semata-mata kepada Allah swt.
Seluruh rukun-rukun Islam tersebut satu sama lainnya saling berkaitan erat, dan merupakan bagian tak terpisahkan dari totalitas Islam. Posisi seluruh rukun-rukun itu mengikat seorang muslim dengan bagian-bagian Islam lainnya yang lebih lengkap, dan sekaligus meneguhkan keislamannya. Seorang muslim mustahil dapat menyempurnakan keislamannya tanpa mengukuhkan pilar-pilar asasinya.
Diambil dari buku Al-Islam 'Mukadimah Rukun Islam'
Tidak ada komentar:
Posting Komentar